• Sen. Agu 3rd, 2020

Goldstone-report.org

Informasi Berita Dalam Pemerintahan Terkini

Walikota Surabaya Risma Sujud Depan Umum

Walikota Surabaya Risma Sujud Depan Umum

Siapa yang akan menyangka jika di akhir bulan Juni lalu Walikota Surabaya Risma Sujud Depan Umum. Semuanya bermula ketika adanya pertemuan IDI Ikatan Dokter Indonesia beserta para direktur rumah sakit di Surabaya. Namun, terdapat situasi mencekam dimana ketika Risma tiba-tiba bersujud & menangis di depan para dokter-dokter.

Walikota Surabaya Risma Sujud Depan Umum

Alasan mengapa Wali Kota Surabaya Risma menangis di depan umum dikarenakan Risma mendengar banyak sekali keluhan ruang isolasi corona yang sudah overload (kepenuhan). Risma merasa gagal karena tidak mampu mencegah corona dan akhirnya menangis & meminta maaf ke para IDI Ikatan Dokter Indonesia.

Karena tidak enak, para dokter-dokter langsung bergegas untuk membangunkan Risma yang sedang bersujud di lantai aspal.

Ketua Pinere RSU DR Soetomo, juga mengatakan apabila pasien kepenuhan COVID19 ini dikarenakan masih banyak sekali masyarakat yang nakal & tidak mendengarkan himbauan dari para pemerintah.

Ternyata setelah di selidiki permasalahannya terjadi pada persoalan komunikasi antara birokrasi & komunikasi antar instansi yang tidak berjalan mulus membuat penanganan kasus corona (Covid19) tak kunjung berjalan lancar.

Walikota Surabaya Risma

Alasan penyebab utama mengapa rumah sakit penanganan corona kepenuhan di Surabaya, dikarenakan Jumlah korban corona terus meningkat, serta terdapat alasan lainnya yakni Pasien Covid-19 yang telah di nyatakan negatif dari penyakit corona masih harus tinggal di rumah sakit & tidak boleh pulang. Semua harus menunggu hasil tes SWAB yang kedua, padahal jarak tes pertama dan kedua dapat memakan waktu sekitar 5 sampai 6 hari.

Peraturan itu tak dapat di langgar dikarenakan itu merupakan peraturan yang sudah di buat oleh kementerian kesehatan.

Apa yang akan terjadi apabila peraturan kementerian kesehatan di langgar? 

Tentunya akan beresiko sangat fatal, dimana biaya BPJS tidak akan lagi di tanggung oleh kementerian kesehatan.

Bu Risma Wali Kota Surabaya, setelah tenang akhirnya dengan tegas langsung mengambil keputusan tegas dimana, pasien yang sudah terbukti negatif dari tes SWAB pertama, harus segera dipulangkan.

Lalu ada pertanyaan, bagaimana bila BPJS tidak menanggung biaya dari rumah sakit ?

Bu Risma dengan yakin & percaya mengatakan semua biaya bila BPJS tidak menanggung akan di tanggung oleh Pemda Surabaya yang akan siap membayar semua tagihan dari pihak rumah sakit.

Dengan begini, semua para audiens sangat senang & lega, karena dari semua permasalahan ini akhirnya menemukan sebuah jalan tengah yang mungkin bisa teratasi dengan cepat. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *